 Jakarta : Lima tokoh
Islam yang mendapat kesempatan untuk berdialog langsung dengan Presiden
SBY dan PM Inggris Tony Blair menyampaikan bahwa pertemuan tersebut
sangat komprehensif dan konstruktif. Mereka adalah Din Syamsuddin
(Ketua Muhammadiyah), Azzumardi Azra (Rektor UIN Syarif Hidayatullah),
Nazzarudin Umar (Ketua Pusat Studi Alquran), Cendekiawan muslim yang
juga mantan menteri agama Quraish Shihab, dan pimpinan pesantren Daarut
Tauhid Bandung Abdullah Gymnastiar atau yang biasa disapa A'a Gym.
Menurut
Quraish Shihab, dialog singkat dengan Perdana Menteri Inggris itu
berlangsung komprehensif dan konstruktif, dan dialog-dialog semacam itu
perlu diadakan kembali di masa mendatang. “Dialog seperti ini penting
dilakukan untuk saling mengetahui apa yang dirasakan. Kita beranggapan
ada misunderstood, dan ternyata mereka juga merasa ada misunderstood,” ujar mantan menteri agama ini.
Dalam dialog itu ia mengutarakan kepada Blair agar Inggris dan Amerika bersikap adil di Irak. Hal
senada juga dikatakan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin,
ketika diwawancarai setelah bertemu dengan Tony Blair. Ia mengemukakan
bahwa akan ada forum dialog lanjutan dalam tingkat yang lebih luas
antara kedua negara. Menurutnya, dalam kesempatan itu Tony Blair
terlihat menyadari bahwa selama ini ada kesalahpahaman Barat terhadap
Islam, dan ada kesalahpahaman Islam terhadap Barat.
“Kami
menganggap ada stereotype Barat terhadap Islam, bahwa Islam itu agama
kekerasan, agama terorisme, dan Islam itu adalah ancaman bagi Barat,
itu dugaan dan tuduhan kita. Ternyata menurut mereka juga ada
kesalahpahaman dengan menganggap bahwa dunia Islam membenci mereka,”
ujar mantan sekjen MUI ini.
Ia menambahkan, pihak Indonesia
mengusulkan untuk dibentuk UK-Indonesia Islamic Advisory Council, yaitu
dewan penasihat Indonesia-Inggris dalam hal Islam. Din yang baru tiba
tadi malam dari Rusia mengatakan kepada Blair agar mengikuti jejak
negeri beruang merah itu yang telah lebih dulu membentuk sebuah forum
untuk merangkul Islam dalam menjalin kemitraan strategis di masa depan.
Dirinya yakin forum ini tidak akan jadi forum basa-basi, dengan catatan
pemerintah tidak boleh jalan sendiri tetapi harus melibatkan
tokoh-tokoh Islam.
“Dalam makrostrateginya, kami ingin merubah
paradigma dunia Islam, jangan dilihat sebagai musuh dan ancaman.
Sedangkan mikrostrateginya kami ingin agar Inggris menarik pasukannya
dari negara-negara Islam dan menyerahkannya pada PBB, serta untuk tidak
melakukan pendekatan unilateral seperti yang mereka lakukan selama
ini,” ujar Din.
Sedangkan Abdullah Gymnastiar atau yang biasa
disapa A`a Gym, yang mendapat giliran terakhir untuk menyampaikan
pemikirannya dalam dialog dengan Blair mengatakan, dirinya menceritakan
sejarah mengenai kehadiran Islam di Indonesia yang sama sekali jauh
dari kekerasan. “Dengan proses masuknya Islam ke Indonesia yang tanpa
kekerasan dan darah, Indonesia dapat menjadi negara dengan umat muslim
terbanyak di dunia, tetapi justru dari Eropa lah yang membawa senjata
dan sebagainya, " kata pimpinan pesantren Daarut Tauhid Bandung ini
A`a
Gym juga menyampaikan harapan dan mimpinya pada kesempatan dialog
dengan Blair tersebut, yaitu dunia yang lebih baik apabila semua
pemimpin, memimpin dengan hati nurani yang bersih. “Harapan terhadap
pemimpin dunia yang dapat membawa dunia menjadi lebih baik adalah para
pemimpin yang mempunyai hati nurani, yang melihat bangsa – bangsa
dimanapun sebagai saudara, sehingga tidak ada alasan untuk
menghancurkan negara lain hanya untuk kepentingan bangsanya sendiri,
dan juga pemimpin yang bersikap adil tanpa menggunakan standar ganda“
kata A`a Gy.

| |
|